-->

Belajar Artikel Sains: Transistor Terkecil Dibentuk Dari Gesekan Pensil


Dalam satu ukiran pensil mungkin sanggup disusun ribuan transistor Belajar Artikel Sains: Transistor Terkecil Dibuat dari Goresan PensilDalam satu ukiran pensil mungkin sanggup disusun ribuan transistor. Bagaimana tidak, untuk menciptakan sebuah transistor terkecil di dunia, hanya cukup 10 atom graphene dari materi baku pensil, grafit. Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kesuksesaan ini buah kerja sama Dr Kostya Novoselov dan Profesor Andre Geim dari Sekolah Fiiska dan Astronomi Universitas Manchester, Inggris. Berkat temuannya, sebuah transistor sanggup dibentuk dengan ukuran lebih kecil dari sebuah molekul.

Semakin kecil ukuran transistor, semakain besar peluangnya menanamkannya dalam rangkaian sebuah chip. Sejak chip pertama kali dikembangkan tahun 1960-an, para ilmuwan terus berusaha memperkecil ukuran sebuah transistor alasannya ialah efek aturan Law yang dikemukakan Gordon Moore, pendiri Intel. Hukum yang bahwasanya prediksi Moore tersebut menjadi sasaran perusahaan chip untuk melipatgandakan jumlah transistor dalam satu keping chip prosesor setiap dua tahun.

Miniaturisasi transistor terus menjadi tantangan dalam industri komputasi. Namun, teknologi berbasis silikon yang digunakan ketika ini diperkirakan menghadapi batas antara 10-20 tahun ke depan. Ukuran sebuah komponen dalam chip mustahil diperkecil kurang dari 10 nanometer alasannya ialah pada kondisi tersebut semua oksida semikonduktor, termasuk silikon, tidak terkontrol jikalau dicetak di atas permukaan menyerupai air yang diteteskan di atas loyang panas.

Graphene sanggup menjawab tantangan tersebut alasannya ialah tetap stabil pada suhu tinggi dan bersifat konduktif atau menghantar listrik dalam ukuran satu nanometer sekalipun. Penelitian di Manchester telah menandakan kemampuan graphene membentuk komponen listrik yang berkuran di bawah 10 nanometer.

Namun, jangan berharap dulu bisa menciptakan superprosesor dengan transistor ini. Sebab, fokus peneliti gres pada tahap memperkecil ukuran transistor dan belum hingga pada tahap merangkainya menjadi sirkuit elektronika.

"Lagipula, belum ada teknologi yang sanggup memotong dalam ukuran nanometer secara presisi. Namun, ini sama besarnya dengan tantangan yang harus dihadapi pascasilikon. Setidaknya, kami punya material yang sanggup memenuhi tantangan tersebut," ujar Geim.

Material ini ditemukan pertama kali oleh Geim dan timnya empat tahun kemudian dan menjadi topik hangat dalam penelitian fisika dan material ketika ini. Graphene merupakan material pertama yang mempunyai ketebalan satu atom alasannya ialah bisa digambarkan sebagai atom-atom grafit yang disusun berjajar.

Sumber : kompas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel