-->

Belajar Fisika Kumpulan Teladan Soal Perihal Cacat Mata Insan Dan Pembahasannya Lengkap

Pernahkah kalian berfikir, bagaimana bekerjsama sifat-sifat mata kalian? untuk mengetahuinya coba kalian bedakan keadaan mata kalian dikala melihat benda bersahabat dan dikala melihat benda jauh. Lihatlah goresan pena artikel ini pada jarak kurang lebih 25 cm, kemudian lihatlah benda paling jauh. Adakah bedanya? Jika kalian perhatikan betul akan ada perbedaan pada lensa mata kalian.
blogspot.com/-ZiUG7YsjB8k/WkDN7WxFaWI/AAAAAAAADLQ/Ernoq683U-g-vfb53dukexpfh1nqMFLAgCLcBGAs/s1600/Contoh-Soal-Tentang-Cacat-Mata-Manusia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> untuk mengetahuinya coba kalian bedakan keadaan mata kalian dikala melihat benda bersahabat dan  Belajar Fisika Kumpulan Contoh Soal Tentang Cacat Mata Manusia dan Pembahasannya Lengkapblogspot.com/-ZiUG7YsjB8k/WkDN7WxFaWI/AAAAAAAADLQ/Ernoq683U-g-vfb53dukexpfh1nqMFLAgCLcBGAs/s1600/Contoh-Soal-Tentang-Cacat-Mata-Manusia.jpg" title="Belajar Fisika Kumpulan Contoh Soal Tentang Cacat Mata Manusia dan Pembahasannya Lengkap" />
Mata kita memilki bagian-bagian penting menyerupai lensa mata. Lensa mata memilki sifat unik yaitu sanggup berubah-ubah ketebalannya. Kemampuan mata untuk mengubah ketebalan lensa ini disebut daya akomodasi. Lensa mata akn menipis dikala melihat benda jauh dan keadaan paling tipis disebut kemudahan minimum. Dan dikala melihat benda dekat, lensa mata akan menebal sampai paling tebal disebut kemudahan maksimum.

Mata yang normal atau sering disebut emetropi mempunyai batas-batas normal akomodasi. Mata normal berakomodasi maksimum dikala melihat benda pada jarak 25 c, dan berakomodasi minimum dikala melihat benda di jauh tak sampai (ex. melihat bintang di langit). Jarak terdekat yang dapt dilihat mata disebut titik bersahabat (Punctum Proximum = PP) dan jarak terjauh yang sanggup dilihat disebut titik jauh (Punctum Remotum = PR). Berarti mata yang normal memenuhi sifat sebagai berikut.
Mata normal
…………… Pers. (1)
PP = 25 cm
PR =

Sekarang akan timbul pertanyaan, apakah semua mata insan itu normal? Ternyata banyak orang yang mempunyai titik bersahabat atau titik jauh yang tidak sesuai dengan sifat mata normal. Mata yang sifatnya tidak normal dinamakan mata rabun. Mata yang rabun ini berarti lensa matanya tidak sanggup berakomodasi secara normal.

Keadaan mata yang tidak normal atau cacat mata sanggup dibantu dengan alat yang kita kenal dengan kacamata. Daya atau kekuatan lensa kacamata yang dibutuhkan memenuhi persamaan (1) di atas, yaitu sebagai berikut.
P
=
1


f

P
=
1
+
1
s
s'

s ialah jarak benda yang diperlukan untuk sanggup dilihat. Sedangkan s adalah bayangan oleh lensa yang harus bersifat maya sehingga bernilai negatif. Kemudian daya lensa bersatuan dioptri sehingga s dan s harus dalam meter (m) atau boleh sentimeter (cm) tetapi persamaannya menjadi menyerupai berikut.
P
=
100
+
100
…………… Pers. 2)
s
s'

Mata rabun ada tiga jenis yaitu rabun bersahabat (hipermetropi), rabun jauh (miopi) dan presbiopi (mata tua). Nah, dalam artikel ini akan dibahas beberapa teladan soal dan pembahasan perihal cacat mata atau lebih tepatnya teladan soal kekuatan lensa kacamata untuk cacat mata pada manusia. Untuk itu silahkan kalian simak klarifikasi berikut ini.

Contoh Soal Cacat Mata Rabun Dekat (Hipermetropi)
Hipermetropi ialah cacat mata dimana mata tidak sanggup melihat dengan terperinci benda-benda yang letaknya dekat. Titik dekatnya lebih jauh daripada titik bersahabat mata normal (titik bersahabat > 25 cm). Pernahkah Anda melihat orang yang membaca koran dengan letak koran yang agak dijauhkan? Orang semacam itulah yang dikatakan menderita hipermetropi.

Penderita hipermetropi hanya sanggup melihat dengan terperinci benda-benda yang letaknya jauh sehingga cacat mata ini sering disebut mata terang jauh. Hipermetropi disebabkan lensa mata terlalu pipih dan sulit dicembungkan sehingga bila melihat benda-benda yang letaknya dekat, bayangannya jatuh di belakang retina. Supaya sanggup melihat benda-benda yang letaknya bersahabat dengan jelas, penderita hipermetropi ditolong dengan beling mata berlensa cblogger.com/null" target="_blank">embung (positif).

Hipermetropi sanggup terjadi lantaran mata terlalu sering/terbiasa melihat benda-benda yang jauh. Cacat mata ini sering dialami oleh orang-orang yang bekerja sebagai sopir, nahkoda, pilot, masinis, dan sebagainya.

Contoh Soal 1:
Reni yang menderita rabun bersahabat mempunyai titik bersahabat 50 cm. Jika ingin membaca dengan jarak normal (25 cm), maka berapa kekuatan lensa kacamata yang harus digunakan Reni?
Penyelesaian:
Diketahui:
s = 25 cm
s = -50 cm (tanda negatif menawarkan bayangan bersifat maya, di depan lensa)
Ditanyakan: P = …?
Jawab:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = 1/25  1/50
1/f = 2/50  1/50
1/f = 1/50
f = 50 cm = 0,5 m
P = 1/f = 1/0,5 = 2 dioptri
Jadi, kekuatan lensa kacamata yang harus digunakan reni ialah 2 dioptri.

Contoh Soal 2:
Zaza tidak sanggup membaca pada jarak normal (25 cm). Saat melihat benda, beliau bisa melihat dengan terperinci kalau jaraknya 1 m dan selebihnya. Tentukan daya beling mata yang dibutuhkan semoga sanggup melihat pada jarak baca normal dan tentukan pula jarak fokus lensanya!
Penyelesaian:
Diketahui:
s = 25 cm
s = -PP = -1 m = -100 cm
Maka daya kacamat dan fokus yang dibutuhkan memenuhi persamaan sebagai berikut:
P = 100/s + 100/s
P = 100/25  100/100
P = 400/100  100/100
P = 300/100
P = 3 dioptri
f = 100/P
f = 100/3
f = 33,33 cm
Jadi, daya kacamatanya ialah 3 dioptri dan fokus lensa kacamatanya ialah 33,33 cm.

Contoh Soal 3:
Seorang hipermetropi mempunyai titik bersahabat 100 cm, hendak membaca pada jarak 25 cm. berapakah berpengaruh lensa kecamata yang harus dipakai?
Penyelesaian:
Setelah menggunakan kacamata, benda yang terletak pada jarak 25 cm seolah-olah tampak pada jarak 100 cm.
Diketahui:
s = 25 cm = 0,25 m
s = -100 cm = -1 m
ditanyakan: P = …?
Jawab:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = 1/0,25  1/1
1/f = 4/1  1/1
1/f = 3/1
f = 1/3 m
Maka berpengaruh lensa kacamata adalah:
P = 1/f
P = 1/1/3
P = 3 dioptri
Jadi, berpengaruh lensa kacamata yang harus digunakan ialah 3 dioptri.

Contoh Soal 4:
Tentukan jenis dan kekuatan lensa kacamata yang harus digunakan oleh orang yang mempunyai titik bersahabat 50 cm.
Penyelesaian:
Dikatahui:
s = 25 cm
s = -50 cm
Ditanyakan: P
Jawab:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = 1/25  1/50
1/f = 2/50  1/50
1/f = 1/50
f = 50 cm
Maka kekuatan lensa kacamata ialah sebagai berikut:
P = 100/f
P = 100/50
P = 2 dioptri
Dengan demikian, jenis lensa yang digunakan ialah lensa cembung (P positif) dengan kekuatan 2 dioptri.

Contoh Soal Cacat Mata Rabun Jauh (Miopi)
Miopi ialah kondisi mata yang tidak sanggup melihat dengan terperinci benda-benda yang letaknya jauh. Penderita miopi titik jauhnya lebih bersahabat daripada tak terhingga (titik jauh <  ) dan titik dekatnya kurang dari 25 cm. Hal ini terjadi lantaran lensa mata tidak sanggup dipipihkan sebagaimana mestinya sehingga bayangan dari benda yang letaknya jauh akan jatuh di depan retina.

Untuk sanggup melihat benda-benda yang letaknya jauh semoga nampak jelas, penderita miopi ditolong dengan beling mata berlensa cekung (negatif). Miopi sanggup terjadi lantaran mata terlalu sering/terbiasa melihat benda yang dekat. Cacat mata ini sering dialami tukang jam, tukang las, operator komputer, dan sebagainya.

Contoh Soal 5:

Seseorang tidak sanggup melihat benda jauh tak sampai dengan jelas. Kemudian beliau memeriksakan diri ke dokter mata. Untuk mengatasi kelemahan itu beliau diberi saran oleh dokternya untuk menggunakan beling mata dengan kekuatan -1/3 dioptri. Berapakah titik jauh mata orang tersebut.
Penyelesaian:
s = 
P = -1/3 D
s = -PR
Titik jauh s = -PR sanggup ditentukan dengan menggunakan persamaan (2) yaitu sebagai berikut.
P = 100/s + 100/s
-1/3 = (100/ )  100/PR
-1/3 = 0  100/PR
-1/3 = -100/PR
PR = -100 × (-3)
PR = 300 cm
Jadi, titik jauh mata orang tersebut ialah 300 cm.

Contoh Soal 6:
Seorang penderita miopi mempunyai titik jauh 100 cm. Berapakah kekuatan lensa kacamata yang harus digunakan orang tersebut semoga sanggup melihat benda jauh dengan normal?
Penyelesaian:
Diketahui:
s = 
s = =100 cm (tanda negatif menawarkan bayangan bersifat maya dan terletak di depan lensa)
Ditanyakan: P = …?
Jawab:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = (1/ )  1/100
1/f = 0  1/100
1/f = -1/100
f = -100 cm = -1 m
Maka kekuatan lensa ialah sebagai berikut.
P = 1/f
P = 1/-1
P = -1 dioptri
Jadi, kekuatan lensa beling mata yang harus digunakan ialah -1 dioptri.

Contoh Soal 7:
Berapakah berpengaruh lensa kacamata yang digunakan oleh seorang miopi yang titik jauhnya 2,5 m?
Penyelesaian:
Maksud menggunakan kacamata di sini supaya sanggup melihat benda-benda yang jauh tak terhingga. Maka dari benda-benda di jauh tak terhingga, harus terbentuk bayangan maya pada jarak 2,5 meter.
Diketahui:
s = 
s = -2,5 m
Ditanyakan: P = …?
Jawab:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = (1/ )  1/2,5
1/f = 0  1/2,5
1/f = -1/2,5
f = -2,5 m
Maka kekuatan lensa ialah sebagai berikut.
P = 1/f
P = 1/-2,5
P = -0,4 D
Jadi, kekuatan lensa beling mata yang harus digunakan ialah -0,4 dioptri.

Contoh Soal 8:
Seseorang menggunakan kacamata dengan lensa yang berkekuatan -11/4 dioptri. Berapakah titik jauh orang tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui: P = -11/4 D = -5/4 D
Ditanyakan: PR = …?
Jawab:
P = 100/f
f = 100/P
f = 100/-5/4
f = -400/5
f = -80 cm
Maka PR sanggup dihitung dengan cara berikut.
1/s + 1/s = 1/f
1/   1/PR = 1/80
1/PR = 1/80
PR = 80 cm
Jadi, titik jauh orang tersebut ialah 80 cm.

Contoh Soal Cacat Mata Presbiopi
Orang-orang yang sudah tua, biasanya daya akomodasinya sudah berkurang. Pada mata presbiopi, titik dekatnya lebih jauh daripada titik bersahabat mata normal (titik bersahabat > 25 cm) dan titik jauhnya lebih bersahabat daripada titik jauh mata normal (titik jauh <  ). Oleh lantaran itu, penderita presbiopi tidak sanggup melihat benda-benda yang letaknya bersahabat maupun jauh.

Untuk sanggup melihat jauh dengan terperinci dan untuk membaca pada jarak normal, penderita presbiopi sanggup ditolong dengan beling mata berlensa rangkap (kacamata bifokal). Kacamata bifokal ialah beling mata yang terdiri atas dua lensa, yaitu lensa cekung dan lensa cembung. Lensa cekung berfungsi untuk melihat benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda dekat/membaca.

Dari klarifikasi di atas sanggup dituliskan sifat-sifat mata presbiopi sebagai berikut.
 PP > 25 cm
 PR < 
 Tidak bisa melihat benda jauh maupun bersahabat d. penyelesaiannya merupakan adonan miopi dan hipermetropi.

Contoh Soal 9:
Seorang kakek penderita presbiopi mempunyai titik bersahabat 75 cm dan titik jauh 300 cm. Agar ia sanggup melihat benda yang bersahabat (seperti mata normal) dan sanggup melihat benda jauh, berapakah jarak fokus lensa bifokal dan berpengaruh lensa kacamata yang harus digunakan kakek tersebut?
Jawab:
Kacamata bifokal tersusun atas dua lensa pecahan atas lensa negatif (cekung) semoga sanggup melihat jauh dan pecahan bawah lensa positif (cembung) semoga sanggup membaca normal.
 Untuk sanggup melihat jauh, s =   dan s = -300 cm
1/f = 1/s + 1/s
1/f = (1/ )  1/300
1/f = -1/300
f = -300 cm = -3 m
P = 1/f
P = 1/(-3) = -0,33 dioptri
Jadi, untuk sanggup melihat benda jauh digunakan kacamata dengan jarak fokus 3 m dan kekuata lensa -0,33 dioptri.

 Untuk sanggup melihat dekat, s = 25 dan s = -75 cm
1/f = 1/s + 1/s
1/f = 1/25  1/75
1/f = 3/75  1/75
1/f = 2/75
f = 75/2
f = 37,5 cm = 0,375 m
P = 1/f
P = 1/0,375 = 2,67 dioptri
Jadi, untuk sanggup melihat benda bersahabat digunakan kacamata dengan jarak fokus 0,375 m dan kekuata lensa 2,67 dioptri.

Contoh Soal 10:
Seorang yang sudah renta titik dekatnya 50 cm dan titik terjauhnya 5 m. Kacamata yang bagaimana yang digunakan orang renta tersebut semoga matanya normal kembali?
Penyelesaian:
Yang dimaksud normal kembali ialah sanggup melihat jauh tak terhingga dan sanggup membaca pada jarak 25 cm.
Diketahui:
Untuk titik bersahabat mata:
s = 25 cm = 0,25 m
s = -50 cm = -0,5 m
Untuk titik jauh mata:
s = 
s = -5 m
Ditanya: Pb (kekuatan lensa bawah) dan Pa (kekuatan lensa atas) = …?
Jawab:
Fokus lensa bawah:
1/f = 1/s + 1/s
1/f = 1/0,25  1/0,5
1/f = 4/1  2/1
1/f = 2/1
f = 1/2 m
Kuat lensa bawah:
Pb = 1/f
Pb = 1/1/2
Pb = 2 dioptri

Fokus lensa atas:
1/f = 1/ + 1/s
1/f = (1/ )  1/5
1/f = 1/5
f = -5 m
Kuat lensa atas:
Pa = 1/f
Pa = 1/-5
Pa = -0,2 dioptri
Jadi, kacamata yang harus digunakan orang tersebut ialah kacamata rangkap dengan kekuatan lensa pecahan bawah 2 dioptri dan kekuatan lensa pecahan atas -0,2 dioptri.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel